10 Tahun Hadirkan Festival Jazz di Puncak Bromo

Andriansyah Agustian , 1 tahun yang lalu
155
Jazz Gunung atau Jazz Gunung Bromo adalah gelaran festival musik jazz yang diselenggarakan setiap tahun sekali. Festival dengan perpaduan jazz dan etnik ini sudah dilaksanakan sejak 2009. Destinasi JGB (Jazz Gunung Bromo) terdapat di empat kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang dengan ketinggian 2.392 meter di bawah permukaan laut.
 
Unsur keindahan alam yang dimiliki Gunung Bromo berpadu dengan berbagai macam festival dan musik menjadi tujuan utama destinasi pariwisata tiap tahunnya. Bersama tiga penggagas resmi Jazz Gunung, yaitu Sigit Purnomo, Butet Kertaredjasa, dan Djaduk Ferianto membawa alam dan nyanyian terlibat menyatukan keindahan.
 
Tujuan selanjutnya mereka membangun festival ini sangat mulia, untuk meningkatkan apresiasi masyarakat akan seni dan budaya jazz khususnya jazz etnik. Dimana semua kalangan dapat menikmati secara eksklusif sajian wisata alam dan musik jazz di Gunung Bromo.
 

Perjalanan 1 dekade Jazz Gunung Bromo

Mereka (pendiri JGB) terlibat melakukan evaluasi festival setiap tahunnya di bulan Juli, sehingga membuat perjalanan di tahun ketiga sudah mencapai ribuan pengunjung. Mulai di tahun keempat (2012), pendiri JGB mengubah ekskalasi durasi festival menjadi 2 hari acaranya. Bersamaan dengan penampilan artis-artis yang semakin banyak, sampai melebarkan sayapkan menggaet musisi internasional.
 
Pada 2013 (tahun kelima JGB), Jazz Gunung Bromo mulai dengan tema "Indahnya Jazz Merdunya Gunung" dengan menghadirkan musisi pemula sampai yang cukup senior di belantika musik Tanah Air. Di venue ini, keindahan dan kenyamanan wisatawan, JGB telah mengubah nuansa panggung terbuka di Java Banana Bromo yang dikembangkan menjadi amphiteater megah.
Seiring berjalannya waktu, Jazz Gunung Bromo di tahun ke delapan kembali menciptakan tema yang mendunia, khususnya Indonesia. Dimana gelaran tersebut tak lama HUT Proklamasi pada tanggal 19-20 Agustus mengusung "Pesta Merdeka di Puncak Jaya Raya".
Maksud dari tema itu adalah cara musik jazz untuk merayakan kemerdekaan berekspresi, sekaligus digunakan untuk merayakan HUT RI dengan penampilan musisi asal Spanyol Ian Scionti Trio.
 
Keindahan festival jazz pegunungan menjadi pertunjukan yang selalu meningkat perkembangannya. Eksplorasi musisi jazz kelas dunia, musisi lawas nan legenda, serta etnik dari budaya terbaik khas Indonesia.
 
Gelaran festival akbar di puncak gunung itu kini menginjak 1 dekade (10 tahun) sebagai pionir berkembangnya festival musik yang beratap langit dan berlatar alam nan indah. Dari segi penampilan pun semakin harmonis, dengan tiga hari penampilan acara mulai tanggal 29-27 Juli. Para wisatawan juga bisa menikmati aktivitas selain musik jazz, yaitu menikmati keindahan matahari terbit, pesona hamparan lautan pasir, beranjak ke padang rumput hijau di Savana, dan mendaki bukit Teletubies dengan menaiki anak tangga puncak Kawah Bromo, sebelum sampai pada tempat acaranya.
 
Waktu acara JGB yang berlangsung hari pertama dan kedua akan dimulai pukul 4 sore, dengan menampilkan musisi dari dalam dan luar negeri. Dan untuk hari ketiga, akan sedikit berbeda yang dilaksanakan pagi hari (pukul 5 pagi) dengan mengusung tema "Jazz Gunung Pagi-Pagi". Tak lupa persiapan wisatakan akan mendapatkan sarapan ala Jazz Gunung dan kopi gratis yang didapat setelah penukaran tiket. Waktu penukaran tiket masih sama dengan event JGB lainnya, dua jam sebelum acara dimulai.
 
 
 
RiARiA.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Komentar Komentar